P2KK
Universitas Muhammadiyah Malang
P2KK
Universitas Muhammadiyah Malang

Mengenali Jati Diri dan Jalin Relasi, Kunci Sukses Menjadi Pemimpin

Author : Administrator | Sabtu, 13 April 2013 20:17 WIB
Mengenali Jati Diri
Kepala UPT P2KK Drs. Atok Miftachul Hudha saat menyampaikan materi di hadapan peserta Training of Leadership.

 

Setelah dibuka oleh Pembantu Rektor II UMM Drs. Fauzan, M. Pd, hari pertama Training Leadership for the Best Participants P2KK ss(12/4) diisi dengan materi develop personal leadership oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) Drs. Atok Miftachul Hudha, M. Pd. Serta materi be a human relations champion oleh Konsultan UMM Inn Dra. Ratih Yuliati, M. Si. Acara yang berlangsung selama tiga hari itu digelar di Ruang Teater Dome. Diikuti oleh seluruh peserta terbaik P2KK angkatan 2010-2012.

Drs. Atok Miftachul Hudha, M. Pd dalam materinya menuturkan bahwa seorang pemimpin harus berani menantang persoalan dan tidak boleh takut untuk gagal. Tambahnya, tips menjadi seorang pemimpin adalah, pertama, seorang pemimpin harus selalu melakukan inovasi baru. Kedua, harus selalu mencari tahu hal baru yang orang lain belum tahu.

Ketiga, selalu melakukan komunikasi untuk membangun jaringan karena jaringan itu sangat diperlukan guna memperoleh informasi. Keempat, berpikir out of the box. Hal itu diperlukan karena cara berpikir seorang pemimpin biasa saja akan kalah dengan yang dipimpinnya. “Kesemua itu perlu dilakukan guna menjadi seorang leadership yang baik,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, mengenali jati diri itu sangat penting dilakukan oleh semua orang. Karena, jika seseorang tidak mengenali dirinya sendiri maka orang tersebut tidak akan mempunyai integritas dan komitmen pada dirinya sendiri. Sedangkan komitmen itu yang membedakan antara orang satu dengan orang lain.

Lanjut pria asli Malang itu, ketakutan pada kegagalan dapat diatasi dengan tidak memikirkan apa yang akan terjadi. Tetapi, menyiapkan antisipasi terhadap permasalahan yang dihadapi itu. Serta belajar dari kegagalan dan kesuksesan orang lain dan selalu berpikir positif. “Kata orang, takut gagal itu seperti orang yang kalah sebelum berperang,” ungkapnya.

Sementara itu, Dra. Ratih Yuliati, M. Si mengungkapkan, menjalin relasi itu sangat penting untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses. Sejauh ini sebagian besar orang yang hidupnya sukses tentunya memiliki jaringan yang kuat. “Berkaca pada dalil yang berbunyi, banyak teman itu banyak rezeki,” ungkap mantan Ketua Program Studi Magister Manajemen UMM itu.

Pihaknya juga menyampaikan, ada delapan kebiasaan efektif yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin. Kedelapan hal itu adalah proaktif, berorientasi pada tujuan, prioritas utama, berpikiran menang-menang, belajar memahami, sinergi, perbaikan diri, dan mendengarkan suara hati. “Jika kedelapan macam langkah ini dilakukan, maka akan menjadi seorang pemimpin yang benar-benar pilihan,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMM tahun 2004-2007 itu. (yahya)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image