P2KK
Universitas Muhammadiyah Malang
P2KK
Universitas Muhammadiyah Malang

Artikel

9 Kepribadian Muslim

Seperti apasih kepribadian seorang muslim sebagaimana dikehendaki oleh Islam ?

Umat Islam era sekarang jadi sorotan bahkan tuduhan dari berbagai Negara, bahkan label-label Islam bermunculan, ada Islam Liberal, radikal, fundamental, teroris, pluralisme dan lain-lain. Label ini muncul dikarenakan umat Islam yang berlebihan satu sisi dan mengabaikan sisi yang lainnya.

Banyak terlihat perbedaan yang sangat jauh sekali antara apa yang diinginkan Islam dan apa yang mereka inginkan untuk diri mereka sendiri. Amat sedikit sekali umat Islam dinegeri ini berkepribadian Islam yang sesungguhnya.

Berikut ini ada beberapa kutipan dari kitab ’syakhshiyah al muslim’ tentang kepribadian seorang muslim yang di-inginkan Islam yang sesungguhnya :

 

1. Seorang Muslim dengan Tuhannya

Mukmin yang sadar bahwa dirinya harus beriman kepada Allah at’ala. Ta’at pada semua perintah-Nya, bertanggung jawab atas kepemimpinannnya baik untuk keluarga ataupun dirinya, Menerima semua ketentuan dan takdir Allah Ta’ala. Kembali kepada Tuhan ketika lalai dan tergelincir dalam lumpur dosa. Mendambakan Ridha Tuhan dalam semua amal baik dalam perbuatannya.

 

2. Seorang Muslim dengan dirinya.

Islam menghendaki umat Islam menjadi tahi lalat bagi manusia, berbeda dalam berperilaku dan amal mereka. Seorang muslim dalam menjaga jasmaninya agar tetap sehat dan kuat, ia sederhana dalam makanan dan minuman. Pakaian dan badannya selalu bersih, dengan mandi yang sempurna dan menggunakan wewangian. Selalu berolahraga demi kesehatannya, dan menjaga diri dari makanan yang haram.

Dalam menjaga akalnya seorang muslim haruslah berkesinambungan dalam menuntut ilmu sampai mati, menguasai bidangnya, berwawasan luas, menguasai bahasa asing.
Roh seorang muslim diisi dengan ibadah, berteman dengan orang-orang shaleh.

 

3. Seorang Muslim dengan kedua Orangtuanya.

Berbakti kepada kedua orangtua-nya, mengenal kedudukan dan kewajibannya terhadap orangtua, berbakti kepada orangtua walau bukan muslim selama bukan untuk rusak aqidahnya, sangat takut mendurhakai keduanya, berbakti kepada Ibunya kemudian Bapaknya.

 

4. Seorang Muslim dengan Isterinya.

Perkawinan adalah ketenangan jiwa, ketenteraman hati, kedamaian bathin, hidup bersama antara laki-laki wanita dalam cinta kasih, kesesuaian, saling tolong, saling menasehati dan toleransi agar dalam keakraban penuh kasih agar bisa membangun kebahagiaan. Seorang muslim sejati adalah suami teladan, sukses, cerdas, menyenangkan, memimpin bagi isterinya.

 

5. Seorang Muslim dengan anaknya.

Memenuhi tanggung jawabnya yang besar terhadap anak-anaknya, mengunakan cara terbaik dalam mendidik anaknya, menampakkan kecintaan dan kasih sayang kepada mereka, memberi nafkah dengan murah hati, tidak membedakan antar anak dalam memberikan kasih sayang, waspada terhadap hal-hal yang mempengaruhi pembentukan dan perkembangan anaknya, merperlakukan anaknya secara adil dan menanamkan pada mereka akhlak yang tinggi.

 

6. Seorang Muslim dengan Keluarga dan Kerabatnya.

Menyambung hubungan kekeluargaannya sesuai dengan petunjuk Islam, Menjalin hubungan kerabatnya walaupun mereka non muslim, menjaga silaturrahiim, tetap menyambung hubungan kekeluargaannya walaupun mereka memutuskannya.

 

7. Seorang Muslim dengan Tetangganya.

Toleran terhadap tetangganya, menyenangi untuk tetangganya apa yang ia senangi untuk dirinya, berbuat baik kepada tetangga sesuai dengan kemampuan, mendahulukan tetangga yang dekat terlebih dahulu, waspada agar tidak berbuat salah kepada tetangga, sabar atas kesalahan dan gangguan tetangganya, tidak membalas keburukan tetangganya dengan perlakuan yang sama, mengetahui hak tetangganya atas dirinya,.

 

8. Seorang Muslim dengan Saudara dan temannya.

Mencintai suadara dan teman-temannya dengan kecintaan tulus, tidak memboikot dan menjauhi saudara-saudaranya, menemui saudara dan temannya dengan wajah berseri, menasehati, bersikap lunak, tidak menggunjing, mengutamakan saudaranya atas dirinya, mendo’akan saudaranya dari jauh,.

 

9. Seorang muslim dengan masyarakatnya.

Berkomunikasi dengan banyak orang, berkumpul dengan mereka, berinteraksi, menerima dan mengambil dari mereka. Jujur, tidak :curang menipu berkhianat, tidak hasut, memberi nasehat, menepati janji, berakhlak mulia, bersifat pemalu, ramah, belas kasih, pema’af, toleran, berwajah ceria, mudah bergaul, peramah, menghindari caci maki dan perkataan kotor, tidak mudah menuduh tanpa hak, tidak ikut campur dalam masalah yang bukan urusannya, menjauhi adu domba, menjauhi perkataan dusta, menjauhi prasangka buruk, menjaga rahasia, tidak sombong, rendah hati, tidak menghina, menghormati yang lebih tua, bergaul dengan orang-orang mulia, memberi manfa’at dan menolak bahaya dari manusia, mendamaikan, ménjaga kepada kebenaran, mencegah kemungkaran, cerdik dan bijaksana, tidak munafik, jauh dari riya’ dan bangga diri, membalas kebaikan dan berterima kasih, memasukkan kesenangan kedalam hati, memudahkan dan tidak menyulitkan, adil dalam memutuskan perkara, tidak aniaya, menyenangi persoalan penting, tidak berlebihan dalam bicara, tidak gembira atas duka orang lain, derma wan, tidak mengungkit-ungkit pemberian, menghilangkan kesusahan orang yang tidak punya, menjaga harga diri dan tidak meminta-minta.

Itulah beberapa perilaku kepribadian seorang Muslim yang diharapkan Islam.

 

Semoga beranfa’at…

 

 

Shared: