P2KK
Universitas Muhammadiyah Malang
P2KK
Universitas Muhammadiyah Malang

Artikel

Manfaat menundukkan pandangan (ghadhul bashar)

Ada beberapa manfaat yang akan diperoleh dari menundukkan pandangan mata, di antaranya:

1. Membersihkan hati dari Derita Penyesalan

Karena barang siapa yang mengumbar pandangan matanya, maka penyesalan yang dirasakan tiada henti. Dan sesuatu yang lebih berbahaya bagi hati adalah mengumbar pandangan. Karena dia akan melihat apapun yang dicarinya dan tidak bersabar untuk bisa meraih apa yang telah dilihatnya. Dan itu adalah derita dan siksaan baginya.

Al-Ashma’y berkata, “Saya pernah melihat seorang gadis pada waktu thawaf, yang seakan-akan dia adalah matahari. Aku pun terus memandangmya dan hatiku berdesir karena keelokan rupanya.” Lalu dia bertanya kepadaku, “Ada apa dengan dirimu?” Aku katakan “Engkau memang layak untuk dipandang.” Kemudian gadis itu melantunkan syair, Selagi pandangan matamu berkeliaran Segala pemandangan akan membebani hati Engkau memandang sesuatu di luar kemampuan dirimu Sebagian lagi tiada kesabaran lagi

Pandangan akan menyusup hati sabagaimana anak panah yang meluncur dari busurnya, jika engkau tidak mematahkannya, maka ia melukai dirimu. Pandangan itu ibarat bara api yang dilemparkan ke dahan-dahan yang kering, bila tidak membakar seluruh dahan itu ia membakar sebagiannya.

Sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair:

Segala peristiwa berawal dari pandangan mata Jilatan Api bermula dari setitik api Berapa banyak pandangan yang membelah hati pemiliknya Laksana anak panah yang melesat dari busur Selagi manusia memiliki mata untuk memandang Dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang Senang dipermulaan dan ada bahaya dikemudian hari Tidak ada ucapan selamat datang, dan bahaya saat kembali.

Orang yang memandang melepaskan pandangan dengan anak panah yang dikehendaki oleh hatinya, sedangkan ia tidak merasakan kalau sebenarnya ia melepaskan hatinya. Inilah rangkuman syair syairku,

Wahai orang yang melepaskan anak panah sesaat Engkaulah sang pembunuh namun tiada mengena Wahai orang yang mengumbar pandangan untuk mencari obat Kau datang dengan membawa kayu bakar yang membawa

2.Mendatangkan cahaya dan keceriaan di hati, wajah dan seturuh anggota badan.

Hal ini, sebagaimana mengumbar pandangan mata yang akan mewariskan kegelapan, yang terlihat pada wajah dan seluruh anggota tubuhnya. Oleh karena itulah Allah berfirman,
Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. (An-Nut: 35)

Sebelumnya Allah juga telah berfirman, Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya.’ (An-Nut: 30)

3.Mendatangkan kekuatan firasat yang benar

Menahan pandangan mata akan mendatangkan kekuatan firasat yang benar, karena firasat merupakan cahaya dan buah dari cahaya. Jika hati seorang hamba bercahaya, maka akan benar firasatnya. Karena hati kedudukannya seperti cermin yang akan memperlihatkan seluruh wujud sebagaimana aslinya.’

4. Akan membuka pintu dan jalan ilmu serta memudahkan dalam mendapatkannya.

Hal itu disebabkan cahaya yang ada di dalam hati. Jika hati bersinar terang, maka akan muncul hakekat-hakekat pengetahuan di dalamnya, dan mudah untuk disingkap, sehingga sebagian demi sebagian ilmu itu dapat diserap. Namun, barang siapa yang mengumbar pandangannya, maka akan membuat hatinya kelam dan gelap, sehingga ia akan menutup pintu dan jalan untuk mendaptkan ilmu.

5. Mendatangkan kekuatan, keteguhan dan keberanian hati.

Dengan begitu seseorang yang menahan pandangan matanya dapat menguasai pandangan itu dan penguasaan terhadap hujjah.

6. Mendatangkan kegembiraan, kesenangan dan kelapangan hati.

Kenikmatan dan kegembiraan yang dirasakan lebih besar dari pada kesenangan yang diperoleh dari mengumbar pandangan itu. Hal Itu disebabkan karena ia telah mampu mengalahkan musuhnya, dan menundukkan hawa nafsunya. Di samping itu, tatkala ia mampu membekukan kesenangan dan syahwatnya karena Allah, dari kesenangan yang menjerumuskan kepada keburukan, maka Allah menggantinya dengan kenikmatan serta kesenangan yang lebih baik dan sempurna. Sebagaimana perkataan dari sebagian mereka. “Demi Allah! Kenikmatan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, jauh lebih besar dari pada kenikmatan yang diperoleh dari perbuatan dosa.”

Sehingga tidak disanksikan bahwa seseorang yang mampu menundukkan hawa nafsunya, maka kesudahannya adalah kegembiraan, kesenangan, dan kenikmatan yang lebih sempurna dari kenikmatan yang diperoleh jika mengikuti hawa nafsu tersebut. Maka, oleh sebab ltulah akal lebih menonjol dari hawa nafsu.

7.Membebaskan hati dari tawanan syahwat.

Karena orang yang layak disebut tawanan adalah orang yang ditawan oleh syahwat dan hawa nafsunya. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah pepatah, “Orang yang senantiasa mengumbar pandangannya adalah seorang tawanan.”

Dan ketika syahwat dan hawa nafsu sudah menawan hati manusia, maka memungkinkan bagi musuh dan rivalnya untuk melancarkan siksaan kepadanya. Sehingga dia seperti seekor burung yang berada di tangan anak kecil yang memainkannya sesuka hati.

8. Menutup pintu-pintu neraka Jahannam.

Sesungguhnya pandangan mata adalah pintu syahwat yang menuju pelaksanaannya. Maka, pengharamannya oleh Allah dan syari’at-Nya adalah tabir penghalang untuk mengumbar pandangan. Siapa yang merusak tabir ini, dia akan berani melanggar larangan tersebut. Dia tidak akan berhenti pada satu tujuan saja, karena jiwa manusia dalam hal ini tidak menentang tujuan yang sudah diperoleh, lalu dia ingin mendapatkan kesenangan yang baru lagi. Orang yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang sudah ada, tidak menolak untuk menerima sesuatu yang baru, apalagi sesuatu yang baru itu tampak lebih baik dan lebih indah. Maka menahan pandangan mata bisa menutup pintu ini, yang karenanya raja-raja tidak mampu mewujudkan apa yang diinginkannya.

9. Menguatkan dan mengokohkan akal

Mengumbar pandangan tentulah tidak akan dilakukan kecuali orang-orang yang lemah akalnya, gegabah dan tidak memikirkan akibatnya dikemudian hari. Orang yang cerdik akalnya adalah yang bisa mempertimbangkan akibat dari perbuatannya. Andaikan orang yang senantiasa mengumbar pandangam matanya mengetahui akibat dari perbuatannya itu, pastilah ia tidak akan mengumbar ptndangan matanya. Seorang penyair berkata, Orang yang cerdik akalnya Mereka yang tidak melakukan sesuatu Hingga dia memikirkan Akibat yang akan datang

10. Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan dan kelalaian yang merugikan.

Mengumbar pandangan mata akan mendatangkan kelalaian untuk mengingat Allah dan hari akhirat serta dapat menjerumuskan ke dalam tawanan cinta yang memabukkan. Sebagaimana firman Allah, yang menjelaskan tentang orang yang tertawan oleh rupa dan penampilan,

Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing dl dalam kemabukan (kesesatan). (Al-Hijr: 72)

Pandangan mata adalah segelas khamr, sedangkan cinta adalah rasa mabuk akibat dari meminum khamr tersebut. Dan mabuk cinta Jauh lebih berbahaya dari pada mabuk karena khamr, sebab mabuk karena khamr bisa sadar kembali, tetapi orang yang dimabuk cinta Jarang yang bisa sadar kembali, kecuali jika sudah berada di ambang kematian. Sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair, Mabuk karena nafsu terus berkelanjutan Jangan harap kesadarannya terbangkitkan

Sumber : Raudhatul Muhibbin – Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Shared: